Sajak-sajak: Jen Kelana
KUTITIPKAN ASA MALEO
Rimba Celebes menyemai matayangan
ketapang juga tetumbuhan agathis
bersekutu bibir pantai menyisakan kering
kemudian menjadilah persinggahan
Demikianlah, Linaeus memarka binomial nomenclatur
pada tata nama macrocephalon maleo
menggariskan moyang kingdom animalia
lantas menancapkan jejak
seberang Wallacea dan Weber
Pada pasir yang menyelimuti pesisir pantai
sejoli sejalan itu menggali-gali istana marwah
bagi peletak penerus silsilah leluhurnya
seperti juga kita, yang ingin selalu setia
begitulah maleo menitipkan pesan
melepasliar langsam kerinduan
Kemudian kepak sayap-sayap melemah
tak ada lagi nyanyi di halaman rumah
padahal selalu kurindukan riang anak-anak kecil
bersama senandung dolanan bercengkerama
mungkinkah tersisa cerita untuk selanjutnya
tersebab maleo telah pula berkemas
meninggalkan selaksa kenang
Maka sudahi saja pesta
lantaran tarian-tarian kita menghapus
penanda-penanda maleo dari leluhurnya
dan perburuan itu juga menggaritkan luka
pada lembaran-lembaran cerita anak kita
lalu kutitipkan asa maleo atas bentang sayap-sayap lelah
sepanjang kesat masa tua menulisi
hingga kembali menjadi kisah yang sama
2016
KUAU PERENGGAN TANAH PELADANG
Lama tak kulihat riang reranting
dan daun-daun luruh beraroma lembab
sebab dedahan tak lagi mampu mengundang kicaunya
menjadi sesinggahan meski sekejap
Dangau panggung beratap ilalang
hamparan padi gogo rancah musim penghujan
di titik pandang rimba menggeliat
memutar ulang kilasan ruang kekanak
entah pada pusaran ke berapa
Pada bibir-bibir hutan perenggan tanah peladang
sayap-sayap mengepak hinggap
lalu nyaring lengking mendera senja
kuau sendu mematah bulan madu
Masih adakah tempatmu di pertiwi ini?
Sementara hutan tak lagi nyaman
menjadi peraduan sepanjang mimpi
2016
JEN KELANA
Lahir di Nganjuk
(Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai,
artikel, dan karya ilmiah. Pernah mengikuti pertemuan Sastra Numera di
Padang (2012). Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan
bersama. Di antaranya Eksodus (1992), Kemarau (1999), Kelana (2000),
Menyisir Senja Sungai Putih (2001), Nukilan Kabar dari Arasy (2002),
Tafsir Malam (2015), Nubuwah Kelahiran (2001), Tembang Padang Merangin
(2001), Nuansa Tatawarna Bathin (2002), Senandung Merangin (2008),
Menguak Senyap (2012), Igau Danau (2012), Risalah Para Pembual (2012),
Lacak Kenduri (2015), Puisi Menolak Korupsi 4 (2015), Memo untuk Wakil
Rakyat (2015), Pendaras Risau (2015), Rumah Cinta (2015), Sakkarepmu
(2015). Sebagian karyanya juga dipublikasikan di media massa dan media
digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web
develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan
penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai pengajar di STKIP YPM Bangko.
E-mail: jen_media@yahoo.com, HP: 081366980324.
Alamat Surat : STKIP YPM Bangko
Jl. Talangkawo – Dusun Bangko
Bangko – Merangin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar